Hal-hal yang Sedapat Mungkin dihindari dalam FB…

Logo dari forumkami.com

Logo dari forumkami.com

didapat dari forumkami.com

American Civil Liberties Union (ACLU) bahkan mengeluarkan petisi yang ditujukan kepada pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. ACLU meminta Zuckerberg untuk menyediakan cara untuk mengontrol semua informasi yang di-share pengguna melalui Facebook.
Badan resmi yang mengurusi proteksi data konsumen juga menyebut perubahan kebijakan privasi Facebook sebagai langkah yang tidak bisa diterima.

Sorotan tajam tengah dialamatkan kepada Facebook karena jejaring sosial terpopuler itu tak memberlakukan opsi privasi Opt in. Dengan demikian secara standar default, informasi pengguna seperti postingan, foto, serta data-data profilnya akan bisa dilihat secara publik.
Beberapa waktu lalu, fitur baru yang diluncurkan Facebook, Instant Personalization, juga memicu terungkapnya data-data pribadi para penggunanya. Data-data pribadi seperti email pengguna Facebook bisa dijebol dengan metode cross site scripting melalui lubang yang dijumpai dari situs Yelp.

Selain itu percakapan pribadi para Facebooker yang menggunakan chatting box di Facebook juga sempat bocor dan dapat diintip oleh para pengguna lain.

Ini memicu para pengguna Facebook melakukan protes. Charlotte Crockett, pemuda 29 tahun asal Belanda, adalah salah satu dari lebih dari 100 ribu pendukung grup yang menamakan diri “Facebook, Respect My Privacy!” yang dibuat oleh organisasi MoveOn.org. Grup ini mendesak Facebook untuk juga melakukan perubahan pada kebijakan privasi.

“Saya sangat prihatin terhadap orang-orang yang tidak mengerti bagaimana sebaiknya mereka membatasi informasi yang mereka share di facebook. Rekan-rekan seusia saya saja masih banyak yang belum mengerti, bahkan contohnya orang tua saya,” kata Crockett kepada abcnews.
Untuk memancing kesadaran para Facebooker lain agar lebih perhatian dengan hak kerahasiaan data pribadi mereka, sebagian pengguna Facebook juga membuat sebuah situs parodi bernama Youropenbook.

Di situs itu, ditampilkan postingan-postingan lucu dan memalukan dari pengguna Facebook, yang mereka siarkan secara tak sadar karena mereka tidak melakukan penyetelan privasi secara benar.

Misalnya saja postingan seorang karyawan yang mengaku bolos dari kerjaan mereka, atau status yang memuat pengakuan tentang seorang karyawan yang mengerjai atasannya, dan lain-lain.
Bahkan perlawanan para pengguna Facebook berekskalasi pada rencana untuk memboikot Facebook. Para pengguna Facebook mendirikan gerakan Facebookprotest.com, berencana untuk memboikot Facebook pada 6 Juni 2010 mendatang.

Pada hari itu, para pendukung gerakan ini meminta kepada para pengguna Facebook untuk tidak sign-in ke Facebook sepanjang hari itu, untuk mendukung gerakan mereka.

Ketidak-sensitifan Facebook menanggapi keresahan para pengguna Facebook akhir-akhir ini memang memicu gelombang gerakan antipati terhadap situs jejaring sosial itu.

Bila seseorang mengetikkan kata-kata “How to quit…” di kolom pencarian Google, secara otomatis mesin pencari akan meneruskan rangkaian kata tersebut menjadi kalimat “how to quit Facebook” di barisan teratas.

Hal itu disebabkan banyaknya pencarian di internet tentang cara untuk berhenti menggunakan Facebook. Di bawahnya, baru hasil pencarian lain mengikuti, seperti cara menghentikan kebiasaan merokok, cara berhenti dari pekerjaan, dan cara berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

Belakangan beberapa Facebooker berpengaruh seperti Peter Rojas, Matt Cutts, Leo Laporte, Cory Doctorow juga memilih menutup akun mereka di laman jejaring sosial itu. (http://www.forumkami.com/forum/fb/43633-facebook-nggak-peduli-account-privasi-pengguna.html)

Kemudian sehubungan dengan hal tersebut diatas ada hal-hal yang sedapat mungkin dihindari/dilarang ditampilkan dalam facebook:

1. Tempat & Tanggal Lahir, (biasanya dilakukan pencurian data kartu kredit❗ )
2. Nama ibu kandung, (biasanya dilakukan pencurian data kartu kredit❗ )
3. Alamat rumah, (biasanya pencuri/maling akan melakukan survey untuk mengetahui “sikon”, biasanya dilakukan pencurian data kartu kredit👿 )
4. Perjalanan liburan panjang, (pencuri/maling yang mungkin memantau aktivitas rumah👿 )
5. Perjalanan liburan Pendek (dalam kurun 3-7 hari), (pencuri/maling yang mungkin memantau aktivitas rumah💡 )
6. Foto-foto koleksi pribadi yang tidak pantas dipublikasikan, (nanti tersebar n didemo Ormas😯 )
7. Rahasia pribadi & orang Lain (kalo dah disebarin bukan rahasia lagi donk mangkanya jangan disebarin nanti berantem😥 )
8. Nomor telepon, (kuatir ditelepon orang yg ngaku-ngaku kenal/sok akbrab dsb.:mrgreen: )
9. Jadwal liburan, (kuatir nanti ada yg ngikut n maksa minta ngikut😆 )
10. Nama anak (ingat sekarang banyak kasus anak diculik/hilang…ihhh serem😥 )
11. Foto dan status yang menunjukkan Anda penyuka tantangan (ekstrim), (digunakan untuk mengambil data-data pribadi/kebiasaan yang akan dipelajari orang yang tidak bertanggung jawab)
12. Foto dan layout rumah, (berhubungan dengan nomer 3 diatas)
13. Profil keseluruhan Anda di mesin pencari. (digunakan untuk mencari data-data pribadi untuk membuat kartu kredit baru)

Nah untuk itu berhati-hatilah teman dalam berinternet (tidak harus Fb, Twitter, dll.) yang penting bagaimana caranya berinternet sehat, karena sekarang dunia menjadi sempit dan tanpa batas, kehidupan seakan 24 jam non stop, tidak ada batasan cuaca, ideologi, pemikiran, tata krama, tata tertib, dsb., dsb., dll., dll….

Semoga menjadi renungan untuk diri sendiri😎

(diolah sendiri & http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=48924)

 

About Altahira

Apa saja yang dianggap gak penting, ditulis deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: