Warisan Berharga

Hatiku tak karuan…

Pikiranku langsung terbuka, penjual mi dogdog mendapatkan warisan dari orang tuanya yang tidak terhingga nilainya…

Apakah uang banyak yang diwariskan…?

Apakah rumah besar yang diwariskan…?

Apakah kendaraan mewah & banyak…?

Apakah, apakah, Apakah… apakah yang lain…?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul seketika, setelah penjual mi dogdog membuka pembicaraan denganku tepat dibawah sinar lampu 18 Watt di teras rumah kami semalam ditemani air putih dalam botol air mineral dan 1 gelas, saya sudah tawarkan untuk membuat teh manis, namun Beliau minta kopi eh karena kopi di rumah kami sedang habis jadi Beliau minta air putih saja.

Rupanya, tadi, Beliau belum masih ingin mengobrol denganku yang terputus bersamaan dengan selesainya pesanan kwetiaw kami tadi dan ada pelanggan lain yang beli.

Saya sempat melirik jam dinding sesaat, sudah pukul 22:25.

Cerita diawali tanpa menyebut waktunya. Beliau kedatangan orang tuanya dari Jawa Timur ke Jakarta.

Apa sih yang kamu cari di Jakarta ini Le? Dari dulu kamu itu kok dorong-dorong gerobak gembelmu itu le? Apa ndak cari yang lain saja?

Ya, mbok…saya cukup tenang dengan adanya gerobak gembelku ini, mbok, batinku tenang, hatiku senang, mbok.

Oh, begitu…

Singkat saja, “Mbok ada warisan untukmu Le!”, katanya.
“Iki, duit Sewu untukmu Le”, sambil mengulurkan tangannya yang sudah keriput.

Dalam hatinya, ada rasa tidak percaya dan kecewa. Ngapain jauh-jauh datang ke Jakarta cuman ngasih serebu doang… Ga sebanding dengan ongkos naik keretanya.

Lama Beliau masih bingung dengan kejadian tersebut… serebu untuk apa?

Suatu saat Beliau ngaji disuatu tempat, hal tersebut diutarakanlah kepada Kyainya. Kyai tersebut senyum-senyum mungkin sudah tahu maksud dan jawabannya.

Lalu diterangkanlah maksud orang tuanya memberikan warisan uang pecahan serebuan tersebut.

Kyai merogoh kantongnya mengambil uang kertas pecahan serebuan dan mulai menerangkan:

1. Pada sisi yang bergambar Kapitan Pattimura, melambangkan pahlawan dapat diartikan kamu itu kalau berjuang seperti dia gagah, kuat, keras, tidak mengenal takut jika itu benar.

Tampak Gambar Kapitan Pattimura

Tampak Gambar Kapitan Pattimura

2. Pada sisi yang bergambar gunung dan laut, melambangkan cita-cita/harapanmu itu harus tinggi setinggi gunung yang menjulang dan harus dicapai dengan sabar, sedikit demi sedikit seperti yang orang yang sedang mencari ikan diatas perahu karena rezeki dari Allah S.W.T. itu sangat luas seluas lautan.

Tampak Gambar P. Tidore & Maitara

Tampak Gambar P. Tidore & Maitara

Begitu selesai, penjual mi dogdog menangis karena telah berprasangka buruk terhadap orang tuanya sendiri. Dia baru menyadari bahwa ada maksud tersembunyi dibalik uang serebu tersebut.

Makanya sampai sekarang uang tersebut masih saya simpan dengan baik mungkin sudah lebih dari 5 tahun lamanya. Jika sedang kangen dengan orang tuanya saya lihat saja uang serebuan ini…

Penjual mi dogdog pamitan sekitar pukul 23:25, lain waktu kita ngobrol lagi ya Mas, okelah kalo begitu…

Terima kasih atas ceritanya, satu lagi saya dapat pelajaran berharga bahwa jangan selalu menganggap hal-hal kecil itu remeh, mungkin hal-hal tersebut justru ada manfaatnya bagi orang-orang yang mengerti.

(mohon maaf jika penulisan kembali ini kurang sesuai dengan penuturan Beliau karena keterbatasan ruang dan waktu)

About Altahira

Apa saja yang dianggap gak penting, ditulis deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: