Cuti hari Ketiga, 18 Juli 2009

Setelah Subuhan, disini nih Subuh lebih cepet kurang lebih 30 menit dari Jakarta. Saya, Ibu, Bapak, Mbak Dina (adiknya Mas Hari, anak dari kakaknya Ibu No. 1), Vira dan Andra bukan the Backbone (kedua terakhir anak dari Mas Hari hasil perkawinan dengan Mba Yeti, Bondowoso) mlaku-mlaku arep neng Pasar Wage, Nganjuk. Yah kira-kira 2,5 km jalan kaki bersama (Vira & Andra nyeker).

Sepanjang perjalanan (mungkin kepagian kali ya) hanya lewat 1, 2, 3 motor/becak/becak mesin yang lewat. Apalagi setelah sampai di pasar terasa sepi dibandingkan di Jakarta (maklum saja kota kecil), maksud sudah jam setengah enam pagi masih belum ramai.

Sampai-sampai untuk mencari jajan pasar, cenil, wuih musti muter-muter ping telu dan tambah blusuk-blusuk baru ketemu sing dodol itupun belum siap untuk jualan masih harus beres-beres tempat dulu baru dilayani.

Untuk masalah harga mungkin akibat dari arus informasi yang sedemikian cepat ditambah prasarana & sarana yang memang telah maju dibandingkan sebelumnya maka berdampak dengan harga-harga makanan tradisional yang mirip dengan harga-harga di Jakarta. Kami beli sebungkus Gatot (makanan dari singkong) regane rong ewu, tales sak sijine juga rong ewu memang sih tidak membedakan besar atau kecil sama regane.

Setelah 30 menit, kami kembali ke Megantoro menyusuri telortoar eh trotoar. Ada kejadian lucu dimana Andra kebelet pipis di perempatan jalan antara Pasar Wage dan Jalan arah Semanan, waktu mau pipis digongong anjing yang punya rumah dia lari terbirit-birit untung ndak pipis di celana.

Yo wis kita jalan lagi, rupanya Andra dah ndak kuat jadinya cari pojokan dia kencing tak tinggal wae eh dia teriak-teriak sambil ketawa-ketawa jangan ditinggal-jangan ditinggal.

Sampai di Megantoro, kesibukan sudah mulai meningkat karena akad nikah rupanya dilangsungkan ba’da Isya. Jadi ruangan dalam dikosongkan untuk menggelar karpet untuk pelaksanaan nanti malam.

Setelah mandi, kami ada rencana ke Sawahan ziarah ke makam Bapaknya ibuku yang letaknya di kaki Gunung Wilis..diteruskan menengok rumah kelahiranku yang telah dirubuhkan karena tidak ada yang menghuni lagi.

bekas pondasi rumah kelahiranku, Sawahan, Nganjuk

bekas pondasi rumah kelahiranku, Sawahan, Nganjuk

Pc(027) Pc(028)

Pc(029)

Akad nikah dilangsungkan pukul 20:30, molor dari waktu yang dijadwalkan karena Pak Penghulunya lagi repot sangking banyaknya akad nikah hari itu, maklum lagi musim nikahan karena mendekati Ramadhan🙂

Pas jam 21:00, akad nikah selesai dengan menggunakan basa Jawa halus banget rek plus campur aduk karo bahasa Indonesia. Maka secara resmi dan sah status sepupuku itu berubah menjadi istri orang maksudnya telah menjadi suami & istri, amiiin… semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah 4JJ1 amiiin…

About Altahira

Apa saja yang dianggap gak penting, ditulis deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: