Tiny New Home, New Life, New Live, New Hope, New Spirit…(part 2)

Diawali dengan subuhan…

Menghirup udara pagi dari lantai atas dengan diikuti rasa pegal yang agak menggangu namun kami harus tetap semangat.

Seiring NAN yang telah terbangun dari tidur malamnya yang agak sedikit terganggu karena belum terbiasa dengan tempat barunya dan Mbah Kungnya yang telah menyampar untuk diajak senam di Taman Mini maka dengan riangnya NAN ikut. Tapi ganti training dulu yah saying oke sambil teriak “Mbah Kung tunggu aku ikuuuutttt”, katanya.

Ya sudah kami persiapkan NAN dengan baik. Ceria sekali NAN. Pasti kan mau senam di Taman Mini.

Saya sudah berkutat dengan yang belum dikerjakan kemarin:

–         mindahin TV ke lantai atas, wah berat juga dehhh,

–         mindahin TV ke kamar tidur, nah yang ini agak ringan,

–         mindahin dispenser, dari dapur ke ruang kerja,

–         mindahin meja, dari dapur ke ruang kerja,

–         bersihin rumah yang lama,

–         cabutin kabel-kabel listrik & antenna di rumah yang lama,

–         keluarin mesin cuci,

–         turunin jam dinding,

–         turunin bingkai,

–         ininih yang paling susah dan repot bongkar AC, hihihi waktu saya coba lepas ternyata selang Freon yang kubuka ya sudah kututup lagi selangnya dari pada bocor…

Selanjutnya saya mulai mengebor untuk mengantung rak piring sebanyak 6 titik dan hup berisik sekali kupingku sakit dengar lengkingan mesin bor.

Lanjut, ngebor rak untuk kamar mandi 2 titik berfungsi sebagai tempat peralatan mandi dan juga sebagai kapstok. 1 titik untuk cermin dan 2 lagi sih untuk kapstok besar (belum beli).

1 titik bor untuk jam dinding di kamar NAN & 1 titik lagi di kamar tidur kami.

1 titik bor untuk bingkai ayat kursi di ruang tamu.

Jam 16san istriku minta aku u ntuk mengantarkan film rongent ke dorternya di daerah Cipayung karena capek, ya sudah sayakan pengertian orangnya.

Selepas Maghrib, saya ke rumah Pak De Hartono untuk mengembalikan mesin bor karena memang janjinya Cuma pinjam 1 hari saja lain kali kalu perlu akan kupinjam lagi.

Setelah Isya, kurakit computer karena istriku perlu untuk kontek dengan dokternya, eh kebetulan ada Suhesti yang menemani sekalian mau mengerjakan skripsinya. Disambi menyeterika sama istriku karena baju untuk besok tampak lecek.

Ku tak tahu jam berapa saya tertidur menemani NAN yang jelas memang ku telah kelelahan.

Met malam dunia, met istirahat…

About Altahira

Apa saja yang dianggap gak penting, ditulis deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: