NAN Tersiram Kuah Bakso (Part 2)

Setelah sampai di rumah sehabis mengantar istriku, Mbahnya bilang kepadaku bahwa NAN waktunya kontrol ke dokter untuk melihat perkembangan kulitnya. Daku pergi dulu ke tempat prakter dokternya, apakah banyak pasien atau tidak? Jika banyak maka akan dibawa nanti sore, ternyata setelah kulihat cuma 2 pasien yang banyak cuma yang mengantar. Segera saja daku pulang untuk menjemput NAN dan Mbahnya.

Pencet bel, tak lama kemudian petugas pendaftar datang dan mencatat nama pasien anakku.

Masuk ke ruang dokter, NAN nangis alang kepalang karena melihat dokter, kami pun berusaha menenangkannya namun sia-sia tenaganya luar biasa. Setelah agak tenang baru dokternya periksa, ternyata perban dan lukanya lengket jadi harus disiram dengan larutan NaCL agak banyak. Setelah bisa terlepas dokternya tidak menutup lukanya sama dengan pemikiran daku.

Setelah menuliskan resep dan konsultasi sebentar daku keluar untuk menebus obat. Setelah sampai dirumah daku agak bingung dengan keterangan yang diberikan dokter karena setiap 3 jam perban harus dibuka dan lukanya diteteskan betadine apakah ini tidak akan menyiksa anakku karena betadine itu kan sifatnya perih. Daku konsultasikan dengan istriku dan iapun setuju.

Akhirnya kami beri beoplacenton dan diperban.

Semoga cepat sembuh ya NAN, aaamiiin…

About Altahira

Apa saja yang dianggap gak penting, ditulis deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: