Terapi Sensori Integrasi

Karena urusan yang begitu banyak, Alhamdulillah, hari ini saya sempat mengantar dan mendampingi anak kami Hanif untuk terapi Sensori Integrasi (SI) di Klinik Tumbuh Kembang Anak Al-Fatih, Jl. Raya Ceger 34, Jakarta Timur pukul 14:35.

Memang sebelumnya kami bawa ke sini untuk mendapatkan assesment akhir Juni lalu dan mendapat hasil bahwa anak kami Hanif mengalami Speech Delay (Terlambat Bicara), memang sehari-hari sebelumnya sangat aktif sampai kami kewalahan dan bergaul dengan gadget dan ini memang salah kami.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Foto diatas hasil mengintip melalui jendela pintu

Salah satu metodenya adalah dengan brushing saraf tepi baik tangan dan kaki dan sampai saat ini pun Hanif masih menangis mungkin masih saat adaptasi dengan lingkungan baru.

Kami mendapat informasi bahwa kami sedapat mungkin untuk menghindari beberapa hal sebagai berikut; gadget, TV, karbohidrat dan gula.

Untuk gadget dan TV sampai hari kemarin kami berhasil menghindari dari kontak dengan Hanif……untuk yang karbohidrat dan gula ini yang susah karena pasti hampir semua makanan pasti mengandung karbo.

Sedikit demi sedikit kami mengurangi asupan karbo dengan mengganti susu sapi menjadi susu kedelai yang semula dia menolak namun akhirnya mau minum juga terutama saat malam jika siang dia tidak mau hanya air putih saja. Roti terigu kami ganti dengan roti gandum tanpa isi.

Gulanya kami peroleh dari jeruk baby yang sangat disuka dan juga melon.

Lama terapi sekitar 45 menit dan dengan hari terapi seminggu tiga kali.

Semoga Hanif cepat mengalami kemajuan Yaa Allah, aamiin

 

Iklan

Hari Terakhir di Nganjuk

Di hari terkahir ini, saya tidak banyak melakukan aktivitas yaa saya pusatkan untuk ketahanan stamina saja…paling saya beli minuman dan roti sekedar sebagai bekal puasa…alhamdulillah walau perjalanan jauh namun puasa ramadhan tetap dihati eh ditunaikan.

tix nj-gmr copy

Tiket Nganjuk-Gambir KA Bangunkarta

Oh ya, KA Bangunkarta akan berangkat dari Stasiun Nganjuk pukul 17:45 dan tepat waktu rupanya saya sempat berbuka puasa dulu disini, alhamdulillah ditemani satu keluarga (3 orang) yang juga berbuka puasa jadilah nikmat sekali walau dengan sebotol teh dan satu roti sobek namun alhamdulillah mengenyangkan…untuk shalat maghribnya saya lakukan di Kereta saat perjalanan menuju Madiun.

nj stat balik jak copy

Saat menjelang berbuka puasa di Stasiun Nganjuk

Shalat Isya juga dilakukan di Kereta.

Pas waktu sahur, alhamdulillah dapat makanan sahur setelah lepas stasiun Semarang Tawang.

Setelah makan sahur lanjut bobot lagi deh 🙂

Sampai akhirnya adzan subuh terdengar sesaat akan masuk stasiun Jatinegara dan saya turun disini…ada yang sepi digerbong ini karena hanya tersisa sepuluh penumpang saja yang turun disini karena kebanyakan turun di Madiun, Solo dan Semarang.

Melanjutkan perjalan pulang pakai ojek umum ke Lubang Buaya cuma butuh sepuluh menit karena jalannya masih sepi dan karena banyak yang sudah mudik mungkin, akhirnya shakat subuh di rumah…alhamdulillah. Rencananya nanti sore akan kanjut ke Cibinong, insha allah.

Hari Kedua di Nganjuk

Nah hari kedua ini, disibukkan dengan nyekar ke makam keluarga almarhum ayah di Payaman tetap ditemani sepupu saya Mba Nining.

Untuk makam almarhum buyut cukup mudah ditemukan karena memang letaknya persis di tepi jalan masuk sedangkan untuk makam almarhumah buyut agak sulit menemukannya karena memang letaknya agak ditengah pun telah banyak makam disekitarnya pun nisannya banyak yang rusak ditambah kuncen sedang tidak berada di tempat, jadilah kami ngubek satu persatu makam…

Dan Hasilnya kami tidak menemukan makamnya namun kami berdoa dengan niat tulus ke hadirat Robbi kalau kami telah datang ke pemakaman, selanjutnya kami menuju makam almarhumah nenek dari ibuku di Ganung Kidul dan ini mudah karena memang letaknya dekat dengan kediaman kakak ibuku di Megantoro dan juga orang yang paling paham kondisi makam ditemani panas menyengat namun tetap semangat.

Lepas dari makam, kami berburu kerupuk pasir + sambel pecel juga opak garpit di Jalan Ahmad Yani untuk sekedar oleh-oleh dibawa ke Jakarta dan Cibinong.